Hanya dengan upload file, Anda akan dibayar setiap kali file tersebut didownload. Mau ??? (Daftar Sekarang)
Seluruh tulisan dalam masiqbal.net bebas untuk didistribusikan ulang untuk keperluan non-komersil selama mencantumkan nama penulis dan sumber artikel serta tidak merubah isi. Jangan Asal Copy Paste !

Susunan direktori di Linux

Wednesday, January 6, 2010 16:04
Posted in category Linux

Jujur saja, saya jarang memperhatikan apa sih fungsi dari susunan direktori di linux yang saya gunakan selama ini, saya hanya tahu sebatas fungsi dari beberapa folder yang umum dan sering saya akses saja. Apalagi kalo lagi utak-atik, menambahkan package ini-itu, edit sana-sini, trial-error, dah nggak peduli lagi ada di folder apa dan kenapa file tersebut kok ditempatkan dalam folder tersebut (doh)

Maka dari itu, yuk mari kita sama-sama belajar mengenai susunan direktori di Linux. Bagi Anda pengguna operating system selain linux (windows atau yang lain) pasti agak bingung juga dengan hilangnya “partisi” yang biasa digunakan, dan sekarang berganti wajah dengan banyak folder/direktori sebagai penggantinya. Intinya, kalo di dalam linux tidak mengenal konsep drive seperti halnya di dalam Windows (partisi C:, D:, E:, dst), berbagai macam partisi dapat di mount kedalam direktori yang berada di dalam struktur direktori linux. Di dalam Linux, menggunakan filesystem dimana directory akan tersusun ke dalam hirarkis tunggal.

Di Windows, untuk menunjukkan lokasi sebuah file, kita menuliskan seperti ini :

D:Foldertempatmenyimpanfile.txt

Di lingkungan Linux, untuk menunjukkan sebuah lokasi file, berupa seperti berikut :

$ /Folder/tempat/menyimpan/file.txt

Dari kedua perbedaan diatas, kita dapat mudah melihat perbedaan penggunaan slash di Linux versus backslash di Windows. Dan juga tidak adanya nama drive (C:, D:, E: dst). Pada saat komputer booting, “partisi root” akan di mount di / dan seluruh file, direktori dan device akan di mount dibawah /. Perlu juga diingat bahwa penamaan file dan direktori di Linux adalah case-sensitive, yaitu huruf besar dan huruf kecil merupakan karakter yang berbeda.

/Folder/tempat/file.txt

berbeda dengan

/folder/Tempat/file.TXT

Struktur direktori Linux mengikuti standart “Filesystem Hierarchy Structure (FHS)” yang di pegang oleh Free Standart Group walaupun kebanyakan distribusi memodifikasi standart tersebut. Berikut susunan folder di linux :

  • / (baca : root)
    Struktur direktori di Linux secara umum diawali dengan root filesystem “/” dan tentu juga merupakan root atau akar dari seluruh direktori global. Partisi dimana di letakkan / (root system) akan menjadi direktori sistem atau partisi pokok.
  • /boot
    Direktori /boot tesimpan file-file boot loader diantaranya GRUB atau LILO. Kernel, initrd dan system.map juga terletak didalam /boot. Jika system yang digunakan menggunakan partisi LVM ataupun partisi dalam jaringan. Maka ada baiknya dibuatkan partisi kecil tersendiri untuk meletakkan /boot di harddisk dengan filesystem konvensional. /boot ini umumnya sangat jarang sekali berubah isinya, kecuali memang kita sering bermain-main dengan kernel.
  • /sys (baca : system)
    Berisi informasi yang berkaitan dengan kernel, device dan firmware.
  • /sbin (baca : super binary)
    Berisi file-file biner yang esensinya untuk sistem dan mengendalikan sistem. File-file biner atau bisa dianggap aplikasi sistem ini jika dioperasikan secara tidak tepat bisa berpotensi merusak.
  • /bin (baca : binary)
    Berisi file-file binari atau aplikasi yang lebih umum dan dapat digunakan oleh semua user.
  • /lib (baca : library)
    Berisi file-file library atau pustaka dari semua aplikasi binary yang tersimpan dalam direktori /sbin dan /bin. Di direktori ini juga tersimpan berbagai macam library yang digunakan untuk aplikasi lain. Konsep penggunaan library bersama ini membuat aplikasi di linux dapat menghemat ukuran.
  • /dev (baca : device)
    Merupakan directory yang isinya sebenarnya bukan benar-benar berisi file. Isi dari /dev ini berkaitan dengan perangkat-perangkat yang terdapat pada system. Misalkan untuk informasi port USB, port serial, port printer, dapat di berlakukan seperti membaca file. Misalkan perangkat serial terletak di /dev/tty01, kemudian partisi dalam harddisk di sebut sebagai /dev/sda6, dan lain sebagainya.
  • /etc
    Direktori /etc berisi file-file konfigurasi sistem. Mayoritas aplikasi dan layanan konfigurasinya tersimpan di direktori /etc termasuk diantaranya /etc/hosts, /etc/resolv.conf, /etc/wvdial.conf dan lain sebagainya. Nah bagi Anda yang sering berinternet ria pastilah tidak asing lagi dengan direktori /etc ini, apalagi yang pernah utak-atik koneksi internet via bluetooth handphone, masih ingat kan? Di direktori /etc/init.d tersimpan konfigurasi bagaimana sebuah layanan dijalankan. Di direktori /etc/rc*.d tersimpan konfigurasi untuk menentukan service yang dijalankan untuk tiap-tiap sesi init.
  • /home
    Semua direktori /home dari pengguna tersimpan di direktori ini dengan nama user masing-masing sebagai pengelompokannya. Untuk beberapa sistem linux yang di spesifikasikan untuk server, direktori pengguna masih dikelompokkan lagi kedalam /home/users. Di dalama direktori /home/nama-user tersimpan konfigurasi-konfigurasi yang spesifik terhadap user tersebut. Oleh karena itu, berbeda user, walaupun berada di sistem yang sama bisa mendapat lingkungan dan tampilan yang sama sekali berbeda. Direktori /home merupakan direktori yang paling “dekat” dengan user, dimana seluruh data yang Anda miliki bisa disimpan dalam direktori ini, mulai dari mp3, filem sampai dengan dokumen. Oleh karena itu, untuk membatasi agar file-file di pengguna tidak mendesak file-file system, sangat umum untuk meletakkan direktori /home di partisi yang terpisah. Hal ini dapat menahan file-file yang disimpan user hingga total ukuran tertentu tanpa mengganggu ruang gerak system.
  • /media
    Merupakan direktori untuk menyimpan direktori-direktori mount point. CD-ROM, DVD, flash disk, bahkan floppy disk juga akan termount di direktori ini. Pada distro-distro modern, sudah memberikan fasilitas untuk menampilkan device-device yang dimount ke depan Desktop. Sehingga pengguna tidak perlu repot-repot lagi untuk menuju ke /media untuk dapat mengakses flash disk-nya tapi cukup lihat ke desktop-nya dan masuk ke direktori yang terbuat baru di sana. Untuk workstation yang terintegrasi dengan jaringan, pada umumnya untuk melakukan mounting storage network juga diletakkan di /media. Dengan dikelompokkan seperti itu maka mudah untuk mengenali bahwa semua yang berada di dalam /media merupakan media penyimpan.
  • /mnt (baca : mount)
    Pada Linux yang masih umum menggunakan kernel 2.4.x. Untuk tempat mengumpulkan mount point berada di /mnt. Dikarenakan pada sistem berbasis kernel 2.6.x sudah menggunakan /media, maka /mnt ini umumnya kosong. /mnt bisa juga dijadikan mount point pada saat system rescue atau troubleshooting. Contoh penggunaan partisi ini adalah pada kasus membuat repository lokal Ubuntu dari file iso (*.iso)
  • /opt (baca : optional)
    Direktori /opt saat ini jarang digunakan. Beberapa paket software terpisah menggunakan direktori ini untuk menyimpan paket yang tidak menuju ke lokasi manapun.
  • /usr (baca : user)
    Sebuah sub-hirarki dari root filesistem di simpan didalam /usr. Didalam /usr tersimpan aplikasi dan utiliti yang spesifik dengan user. Jika kita melihat kedalam direktori /usr maka kita juga akan menemukan direktori yang mirip dengan di / yaitu bin, sbin dan lib. Hanya saja, aplikasi dan librari yang terletak /usr tidak terlalu kritikal untuk sistem. Untuk istilah mudahnya, /usr merupakan tempat dimana user menginstall aplikasi sendiri yang bukan official dari distro. Jika pengguna termasuk orang yang sering menambah-nambah aplikasi sendiri diluar bawaan paket yang disediakan untuk distro itu, maka direktori /usr sudah dipastikan akan cepat sekali membengkak. Ada baiknya untuk sistem yang penggunanya seperti itu, /usr di berikan partisi sendiri. Untuk aplikasi yang bisa langsung dijalankan, sistem linux akan membaca secara bersamaan yang ada di /bin dan di /usr/bin begitu juga untuk /sbin dan /usr/sbin.
  • /root
    Merupakan direktori home-nya superuser (root). Harap jangan bingung dengan direktori root (/). Walaupun cara menyebutnya sama, tapi sama sekali berfungsi sangat berbeda. (piss)
  • /var (baca : variative)
    Direktori /var merupakan direktori yang isinya sangat dinamis. Jika digunakan didalam server, sangat dianjurkan /var ini untuk diletakkan di partisi terpisah dikarenan direktori /var dapat membengkak dengan sangat cepat. Selain itu juga, dengan direktori /var dibuat partisinya sendiri atau secara fisik ditentukan lokasinya, maka dapat mencegah internal fragmentasi, dan proses pencarian file tidak terlalu jauh, hanya seputar cylinder itu-itu saja.
  • /proc (baca : process)
    Direktori /proc juga merupakan pseudo filesystem yang mirip dengan /dev. Bedanya, /proc ini murni hanya berkaitan dengan sistem dan tidak menyangkut pada device. Jika kita melakukan pengecekan ukuran penggunaan space, jangan terkecoh dengan direktori /proc yang tercatat menunjukkan memakan space sangat besar. Segala macam space yang tertulis disitu sama sekali tidak terdapat di dalam media penyimpanan harddisk. Jadi direktori /proc sebenarnya tidak ada sama sekali. Isi dari /proc ini adalah infomasi dari sistem.
  • /tmp (baca : temporary)
    Merupakan file sistem yang menyimpan file-file sementara. Beberapa distro akan otomatis membersihkan isi dari /tmp sewaktu reboot. Direktori /tmp memiliki mode yang sangat terbuka sehingga mudah untuk ditulisi oleh siapa saja. Didalam /var/tmp juga digunakan sebagai penyimpanan file-file sementara, bedanya /var/tmp dengan /tmp yaitu /var/tmp tidak akan dibersihkan saat system reboot.
  • /lost+found
    Di direktori ini linux menyimpan file-file yang berhasil di recover saat sistem crash. Dengan melihat kedalam /lost+found mungkin kita dapat menemukan file yang hilang.

Terima kasih untuk Ugos UGM, semoga bermanfaat (salaman) (piss)

Tulisan terkait :

  1. Instalasi flash player di ubuntu linux
  2. Aplikasi Modem Smart EVDO ZTE AC2726 di Linux
  3. Mengembalikan GRUB bootloader yang hilang pada Ubuntu Linux
  4. Instalasi linux di laptop axioo
  5. Rilis terbaru Linux Mint
You can leave a response, or trackback from your own site.

29 Responses to “Susunan direktori di Linux”

  1. budisan68 says:

    January 6th, 2010 at 4:49 pm

    izin tak kopi ya mas, saya masih nyoba-nyoba perkenalan dengan yang namanya linux ubuntu 9.10

    [Reply]

    masiqbal reply:

    January 6th, 2010 at 5:06 pm

    silahkan pak Budi… semoga bermanfaat (salaman)

    [Reply]

  2. alamendah says:

    January 6th, 2010 at 6:01 pm

    (maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
    Makin banyak yang bahas linux jadi pengen nyobain.

    [Reply]

    masiqbal reply:

    January 9th, 2010 at 7:28 am

    ternyata keduax mas… (lol)

    [Reply]

  3. tomi says:

    January 7th, 2010 at 5:48 am

    saya dl terakhir pk ubuntu gutsy gibon 7.10… habis itu jarang pake lagi broo..
    katanya yg ubuntu terbaru lebih mantebs fitur dan tampilannya..
    makasih dah share ilmunya broo

    [Reply]

  4. kimsanada says:

    January 7th, 2010 at 6:02 am

    sip mas… ^^

    saya jadi lebih tahu tentang OS yang saya pake.. ^^

    tapi karmic koala saya kok bermasalah ik mas… kalo transfer data via bluetooth ke dan dari hape mesti gagal. Ngedetek blutut hape aja sekarang gak mampu :(.
    dulu sempet berhasil ngirim gambar dan suara ke hape, tapi hasilnya malah ngagetin saya. Tampilan gambarnya jadi full item dan suaranya gak mulus enak untuk didengar. Gimana nih solusinya mas???
    kalo gini terus repot juga, soalnya saya tergolong yg manfaatin fitur blutut…

    [Reply]

    masiqbal reply:

    January 9th, 2010 at 7:30 am

    mungkin saatnya nyoba pake kabel data mas… :D

    [Reply]

    kimsanada reply:

    January 9th, 2010 at 2:44 pm

    hahaha… itu sih udah jadi andalan saat ini, tapi repot dikit kudu masangin kabel sgala… :D

    oya, karmic-ku minta dimaintenance nih mas, pas booting tuh muncul kalimat kayak gini:

    “Mount of filesystem failed.
    A maintenance shell will now be started.
    CONTROL-D will terminate this shell and re-try.
    Give root password for maintenance
    (or type Control-D to continue): ”

    udah aku masukin password root, tapi belum ngasih titik terang… masih butuh command yang aku gak ngerti kudu tak tulis apa… gimana ya mas? ada referensi?

    [Reply]

    masiqbal reply:

    January 9th, 2010 at 7:50 pm

    saya belum pernah ngalamin mas jadi nggak tau… (shy) selama ini cuman paling banter check disk aja…

    irawan reply:

    January 11th, 2010 at 3:44 am

    @kimsanada : kmrn beta jg gtu mas… untungnya bs lg stlh tnya tmn yg ngerti linux.. kmgkn itu ada bagian sistem yg rsk jd perlu diperbaiki…bs jd krn srg terjadi ML(mati listrik..he..he..) coba ketik fsck / (fsck spasi root) tunggu beberapa saat trus plh yes/y klo dah selesai lanjut untuk partisi berikutnya fsck /home…. kebetulan beta cuma pke 2 partisi aja root sama home.. semoga bs membantu.. :D

  5. pernikahan adat says:

    January 7th, 2010 at 10:33 am

    Blogie walking neh sambil memperkenalkan pernikahan adat yang ada di Indonesia.

    [Reply]

  6. Ria says:

    January 7th, 2010 at 7:43 pm

    hihihihi daku paling seneng nyimpang file2 temporary di /root/ di server…hehehehe
    gak boleh memang tapi kadang suka butuh jadi gampang nyari2nya…. :P
    apalagi script2 bash yang aku buat sendiri.

    tetap semangat ya berbaginya!!

    [Reply]

  7. Andy MSE says:

    January 7th, 2010 at 9:04 pm

    dulu saya butuh waktu bertahun-tahun untuk memahami susunan direktori ini…
    matur nuwun sanget, tulisan mas Iqbal sudah sangat membantu…
    *langsung copas*

    [Reply]

    masiqbal reply:

    January 9th, 2010 at 10:56 am

    ijin diberikan…

    [Reply]

  8. dani says:

    January 9th, 2010 at 6:09 pm

    yang /opt itu biasanya buat naruh paket proprietari, atau paket aplikasi yang langsung menyertakan binari yang bisa langsung dieksekusi. cmiiw

    [Reply]

    masiqbal reply:

    January 9th, 2010 at 7:58 pm

    terima kasih atas koreksinya mas Dani (salaman)

    [Reply]

  9. kimsanada says:

    January 11th, 2010 at 12:48 pm

    @irawan
    Makasih mas.. Nanti saya coba..
    :-)

    Oy, SMPlayer saya kok gak mau keluar gambar dr pilem yg saya puter ya? Yg muncul cuman suarany aja.
    Solusiny gimana ya mas?

    [Reply]

    masiqbal reply:

    January 13th, 2010 at 4:06 pm

    selama ini saya menggunakan vlc untuk nonton filem, format file yang didukung lumayan banyak… silahkan dicoba, perintahnya : sudo apt-get install vlc

    [Reply]

    kimsanada reply:

    January 13th, 2010 at 5:22 pm

    vlc udah terinstall otomatis pas dulu apdet plugin mas..
    nah, sialnya vlc juga ikut tak berdaya buat maenin file pilm… yang bisa aku andelin cuman movie player aja…
    bikin stress aja ni ah… :D

    [Reply]

  10. waroeng ubuntu says:

    January 11th, 2010 at 4:34 pm

    saya paling hapal dgn ./home :)

    [Reply]

    masiqbal reply:

    January 13th, 2010 at 4:08 pm

    (lmao) podo mas…

    [Reply]

  11. omagus says:

    January 14th, 2010 at 8:11 pm

    makasih infonya
    asli aku udah lama nyari ini..!

    [Reply]

    masiqbal reply:

    January 16th, 2010 at 7:05 am

    semoga bermanfaat (salaman)

    [Reply]

  12. vindoarga says:

    January 21st, 2010 at 4:21 am

    Mas, kalo smiley pada aplikasi pidgin itu di folder mana ya? Soalnya saya mau menambah smiley di pidgin tapi gk tau directorynya dimana? :D
    Saya pake karmic :D

    [Reply]

    masiqbal reply:

    January 21st, 2010 at 7:00 am

    kalo mau nambah smily biasanya berupa satu paket smiliy mas, download aja..

    [Reply]

  13. said says:

    January 22nd, 2010 at 3:04 pm

    mas mau tanya boleh kan???? q udah install juga kubuntu 9.10 masalahnya q gtw gmn caranya puter lagu ato video di kubuntu???? pc-ku g konek k internet

    [Reply]

    masiqbal reply:

    January 22nd, 2010 at 11:49 pm

    untuk muter mp3 biasanya pake amarok, tapi sayangnya nggak bisa langsung muncul suaranya, harus diinstal dulu amarok-xine, libmp3lame, dll aq lupa… kalo untuk muter video, dah ada aplikasi bawaannya, juga harus ditambahkan aplikasi ffmpeg, dll aq lupa juga nih (doh) lebih mudahnya sih kalo ada koneksi internet, bisa langsung download aplikasi2 tsb…

    [Reply]

  14. colek says:

    January 24th, 2010 at 9:58 pm

    saya kopi ya, untuk bahan sekeripsih

    [Reply]

    masiqbal reply:

    January 27th, 2010 at 6:14 am

    monggoh… semoga bermanfaat (salaman)

    [Reply]

Leave a Reply

Please insert the signs in the image:

masiqbal.net on Facebook